Oleh: purwakartabloger | Februari 6, 2010

Purwakarta

Ingat Purwakarta .tak lepas pikiran kita dari sate maranggi dan Simping juga peuyeum gantung,,,,,

Oleh: purwakartabloger | Februari 16, 2010

Server DNS Speedy Paling Cepat dan Tepat

Server DNS Speedy Paling Cepat dan Tepat

Speedy.. speedy… Kamu kok ya bisa-bisanya bikin susye.. Pake DNS tetangga aja akibatnya jadi berabe.. Begitulah kira-kira komentar yang tepat setelah masalah ini terselesaikan. Dalam tulisan ini kita akan praktek mencari DNS Speedy mana yang paling ideal dipasang di router/server kita.

Catatan Ini masih berkaitan dengan posting sebelumnya. Setelah cerita saya tentang dial Speedy via Router Mikrotik, ternyata episode Speedy kita masih berlanjut. Kali ini ada masalah pada stabilitas koneksi produk andalan Telkom ini. Proses dial via router mikrotik sudah cepet seperti harapan. Tiap kali koneksi drop mikrotik langsung dial. Namun sayangnya grafik kecepatan transfernya aneh, ga se-stabil ketika dial via modem. Bukannya langsam, ini malah naik turun ga jelas. Nge-ping dari router Mikrotik ke Yahoo aja ga jarang timeout ga jelas gitu… Lebih jelasnya mari kita lacak lagi bareng-bareng..

Tersangka pertama peristiwa ini jatuh pada koneksi LAN dan atau instalasi mikrotik. Namun setelah dioprek-oprek beberapa kali jatuhnya sama aja, bahkan setelah saya konfirm ke forum dan baca-baca blog sebelah.

Dugaan berikutnya mengarah pada DNS speedy. Setelah bolak balik buku primbon DNS yang pernah dikasih temen, akhirnya saya temukan beberapa deretan angka DNS.

Untuk memastikan, saya cek IP DNS yang muncul ketika dialup dilakukan via modem pake nslookup. Hasil penelusuran IP 202.134.1.10 menunjukkan bahwa IP ini milik nssby1.telkom.net.id, DNS server Telkom Surabaya. selanjutnya saya kepikiran cari DNS Server yang lebih dekat dengan posisi saya, saya coba cari dengan kata kunci nssmg1.telkom.net.id, akhirnya ketemu IP 203.130.208.18. Pencarian demi pencarian mengarahkan saya ke beberapa IP keluarga telkom berikut ini:

202.134.0.155 nsjkt1.telkom.net.id
202.134.0.62 dns1.telkom.net.id
203.130.196.5 dns2.telkom.net.id alias nsjkt2.telkom.net.id
202.134.1.10 nssby1.telkom.net.id
203.130.208.18 nssmg1.telkom.net.id

Ada banyak sumber tulisan posting di web tentang IP DNS. Ada yang bilang DNS Jakarta 202.134.0.155 yang paling cepet. Beberapa sumber lain mengatakan hal yang berbeda. Bahkan ada yang merekomendasikan IP DNS non-speedy, atau dengan kata lain DNS Server milik perusahaan lain. Untuk hal ini saya kurang setuju, baik dari segi legalitas, maupun kecepatan (setelah melalui proses cek).

Kalaupun pengen pake DNS luar, mending pake OPENDNS yang lumayan cepet dan memang benar-benar gratis. Saya sendiri pakai DNS ini di sisi klien sebagai secondary DNS, tentu dengan primary-dns tetep pake punya speedy. Sekedar sebagai backup, hasilnya cukup lumayan. Meski lebih lemot dari IP Telkom, OpenDNS jarang mengalami time-out. Berikut IP OpenDNS yang saya maksud:

208.67.220.220
208.67.222.222

Kembali ke DNS Speedy, selanjutnya saya lakukan test ping dan traceroute beberapa IP di atas. Setelah beberapa rangkaian test, hasil yang paling optimal saya dapat dari server berikut, berurutan dari yang paling cepat ke yang paling lambat.

Semarang 203.130.208.18
DNS1 202.134.0.62
Surabaya 202.134.1.10

Kesimpulan sementara saya adalah bahwa DNS yang paling optimal dipakai adalah DNS yang posisi geografisnya lebih dekat dengan posisi kita. Saya langsung teringat pada pernyataan petugas instalasi speedy dari telkom yang menyatakan bahwa hasil kecepatan tiap klien speedy bervariasi. Salah satunya dipengaruhi faktor instalasi jaringan dan konektivitas dengan server.

Jika ini benar, berarti pada dasarnya tidak ada DNS yang lebih cepat dari yang lain. Yang ada adalah DNS yang paling tepat diterapkan pada kondisi tertentu, sesuai dengan lokasi klien speedy dan kualitas jaringan.

Akhirnya, saya bisa kasih rekomendasi untuk tidak memakai standar orang lain untuk koneksi Anda. Standar orang lain hanya berlaku jika posisinya sama dengan posisi Anda dan kualitas instalasi dan konektivitas Anda minimal sama, atau lebih baik. Jika pengen optimal, lakukan sendiri cek dengan nslookup dan ping ke beberapa IP DNS. Pilih yang terbaik bagi koneksi Anda sendiri.. Bagaimana? Sepakat?

Oleh: purwakartabloger | Februari 16, 2010

Ular Berkepala Manusia

Dipurwakarta sempat geger tentang ular berkepala manusia,,,,,,,,????? lokasi dan kejadian di daerah  campaka red…..” apakah itu benar atau rekayasa entahlah” ???,,,, namun,, kejadian tersebut ko sama persis dengan berita ular berkepala manusia di daerah jawa timur

Oleh: purwakartabloger | Februari 15, 2010

INSTALASI JOMLA SECARA MANUAL

INSTALASI JOMLA SECARA MANUAL

Banyak yang bertanya bagaiman caranya menginstal CMS Joomla secara manual di web hosting. Kebanyakan hanya cara menginstal di localhost atau dengan menggunakan fasilitas Fantastico. Nah untuk kali ini saya akan membagi pengalaman saya menginstal CMS Joomla secara manual.

Sebelum mulai menginstal Joomla di web hsoting tentu saja kita harus memiliki tempat hosting, nah untuk kali ini saya akan menggunakan tempat hosting gratisan di www.000webhost.com. Saya pilih tempat itu karena fasilitasnya lumayan keren untuk hosting gratisan. Fasilitas yang diberikan tempat hosting tersebut adalah :

1. Bandwidth 100 GB

2. Storage 250 MB

3. PHP, MySQL

4. Website Builder

5. Subdomain Gratis

6. Dan masih banyak lagi fasilitas lainnya.

Oke selanjutnya adalah menyiapkan domain. Di www.000webhsot.com sudah disediakan subdomain gratis, namun jika kita ingin menggunakan domain sesuai dengan keinginan kita seperti viraga.net dan sebagainya kita harus membeli diomain tersebut kepada penyedia domain (registrar). Untuk yang ingin meiliki domain gratisan bisa mendapatkannya di www.co.cc nantinya domain kita akan menjadi seperti www.domainanda.co.cc dan sebagainya.

1. Langkah pertama mendaftar ke www.000wehost.com. Lalu buatlah sebuah akun dengan memilih domain kita sendiri atau yang telah diediakan oleh situs tersebut.

2. Kemudian domain name server (DNS). Untuk DNS 000webhost adalah ns1.000webhsot.com dan ns2.000webhost.com. Tunggulah beberapa jam (maksimum 24 jam) hingga setup domain tersebut aktif.

3. Selanjutnya adalah mendownload Joomla dari www.joomla.org, pilihlan versi terbarunya dengan asalasan keamanan, versi terbaru Joomla saat ini adalah versi 1.5.10

4. Kemudian masuklah kedalam CPanel dan buatlah sebuah database dan usernya dengan memilih menu MySQL.

5. Setelah itu uploadlah seluruh isi file Joomla yang telah didownload tadi melalui file manager yang sudah disediakan atau dengan menggunakan software FTP seperti Filezilla atau SmartFTP kedalam direaktori public_html.

6. Jika sudah selesai mengupload file Joomla, lalu buka URL atau alamat domain Anda di browser, maka akan tampil halaman instalasi Joomla.

7. Kemudian akan tampil halaman instalasi Joomla.

8. Halaman pertama adalah memilih bahasa yang akan dipakai.

9. Halaman kedua adalah Pre-Instalasi cek. Halaman ketiga adalah halaman lisensi dari Joomla.

10. Halaman berikutnya adalah halaman konfigurasi Joomla, isikan nama database dan nama user yang telah dibuat tadi (untuk nama host isikan dengan domain yang anda buat).

11. Selanjutnya adalah halaman konfigurasi FTP (lewati saja).

12. Berikutnya adalah halaman konfigurasi nama situs dan informasi email administrator. Jika ingin menggunakan data2 contoh, klik pada tombol Install Sample Data.

13. Jika sudah selesai semuanya, hapus folder/direktori instalasi (installation) Joomla di direktori public_html.

14. Pada tahap ini proses instalasi sudah selesai.

15. Untuk memasuki halaman backend/administrasi dari situs yang telah dibuat silahkan tulis alamat situs lalu akhiri dengan /administrator, contoh :

Informations :

» Auth : Ries

» Date : 13 May 2009

» Cat’s: CMS, Joomla, Tips, Trik, Tutorial

» Tags : CMS, Internet, Joomla, Tutorial

» Comments : No Comments;

Related Posts :

» WP Hack – Membuat Related Post

» Tempat Download Themes WordPress Gratis

» Plugin Contact Form WordPress

» Salah Satu Bugs WordPress 2.8

» Ozh Admin Drop Down Menu

buat yang perlu tutor lengkapnya download link tutorial%20joomla%20HasiAulia.Net.zip

Oleh: purwakartabloger | Februari 15, 2010

Galery

indahnya sudut kotaku

cirata penuh cerita

Oleh: purwakartabloger | Februari 15, 2010

WordPress : Upload WordPress Offline ke Online

WordPress : Upload WordPress Offline ke Online

Februari 13, 2009 — adminsini

WordPress : Upload WordPress Offline ke Online

Setelah Anda sudah lancar menggunakan Dashbor WordPress Anda dan puas dengan tampilan situs WordPress di PC lokal Anda, yang sudah Anda kostumisasi dan Anda tambahkan beberapa konten dan personalisasi, lalu apa yang akan kita lakukan? Memandangi situs Anda dengan penuh decak kagum, atau malah geleng-geleng kepala, lalu selesai dan menutup browser Anda? Tentu saja tidak kan? Kita perlu membuatnya bisa diakses oleh semua orang di Internet. Nah, di sini kita akan mengupload (memindahkan) website Anda dari server lokal ke online. Tentunya Anda sudah mempunyai pilihan server yang terbaik. Pastikan server Anda mempunyai fasilitas database MySQL dan mendukung script PHP. Pilihan server web dapat dibaca di “WordPress : Membuat Website dengan WordPress” bagian “Web Hosting”.

Sekarang kita mulai inti uploadnya. Upload ini maksudnya adalah memindahkan WordPress di server PC Anda (server lokal) ke server online (server sebenarnya). Jadi kita perlu mengubah beberapa konfigurasi, yaitu :

  1. mengedit file wp-config.php,
  2. mengekspor database dari server lokal,
  3. mengimpor database ke server online,
  4. upload file-file WordPress,
  5. mengedit tabel database untuk alamat URL.

1.      Membuat Database di server Web Online

Membuat database ini sama dengan cara membuat database yang sudah dibahas di “WordPress : Membuat Situs di Server Online” bagian “Membuat Database”. Pastikan Anda membuat database baru atau menggunakan database lama yang sudah kosong (sudah diapus isi databasenya). Lihat kembali artikel tersebut karena saya malas menulisnya lagi, hehe, maaf ya, bukan tanpa alasan hanya demi efektifitas waktu.

2.      Mengedit File wp-config.php di Server PC Lokal Anda

Masih ingatkah Anda dengan file wp-config.php? Yang aslinya adalah wp-config-sample.php kemudian kita rename dan edit untuk menginstall WordPress di PC? Buka kembali file tersebut. Karena servernya akan dipindahkan berarti settingannya juga harus diedit dengan mengedit : ‘namadatabase’, ‘namapengguna’, ‘katasandi’, dan ‘localhost’ (nama localhost diganti dengan nama MySQL host yang diberikan server online Anda, atau biarkan default bila tidak ada. Jika dibiarkan default dan saat penginstallan wordpress tidak berhasil, kemungkinan Anda harus mengganti “localhost’ dengan nama host Anda).

3.      Ekspor Database dari Server Offline

    1. XAMPP Control Panel dijalankan
    2. Browser dijalankan, ketikkan http://localhost/phpmyadmin
    3. Dipilih database yang Anda gunakan untuk WordPress Anda. Dalam pelajaran sebelumnya kita membuat database dengan nama ‘dbwordpress’. klik nama database.
    4. Klik [Export]
    5. Tanpa banyak ba-bi-bu lagi, beri tanda pada [save as file] pada bagian bawah. Pastikan jenis file SQL terseleksi. Klik [Go]
    6. Browser akan mendownload file dbwordpress.sql yang Anda buat tadi. Simpan file sql tersebut untuk langkah selanjutnya.
    7. Eksport database selesai.

4.      Import Database

    1. Masuklah ke Control Panel server online Anda.
    2. Klik phpMyAdmin
    3. Cari database yang sudah Anda buat sebelumnya. misalkan nama databasenya ‘username_namadb’.
    4. Terlihat bahwa database masih kosong. [Klik Import]
    5. Pada bagian “File to Import” Klik “Browse”, cari file dbwordpress.sql tadi, setelah itu klik [Go].
    6. Tunggu sampai proses upload sukses.
    7. Setelah import database sukses, kita siap mengupload file-file WordPress kita ke server online.
    8. Import database selesai.

5.      Upload File-File WordPress

Membuat folder khusus di server web online. Di bawah folder public_html atau htdocs buatlah folder misalnya “blog”. Untuk upload file-file ke server online Anda dapat menggunakan cPanel atau program FTP seperti FileZilla. cPanel seharusnya sudah disediakan server online Anda. Kalau FileZilla, Anda bisa mengunduhnya di http://filezilla-project.org.

Install FilleZilla tersebut di PC. Cara menggunakannya cukup mudah seperti Anda menggunakan program Explorer yang lain. Untuk menyetelnya Anda tinggal mengisi Nama Host[Mesin:] dengan nama host Anda atau nama situs Anda (misalnya: www.domainAnda.com), Nama Pengguna[Username:] dengan username di server Anda, dan [Password:] dengan password untuk login ke cPanel. Untuk [Port:] biarkan tidak diisi.

Pindahkan (baca: upload) file-file WordPress (pastikan sudah mengandung file wp-config.php yang sudah diedit dengan benar) ke direktori public_html atau htdocs. Caranya sama seperti yang telah dibahas sebelumnya. File-file WordPress ini adalah yang terdapat pada server Offline Anda di direktori xampp\htdocs\wordpress. Dengan ‘wordpress’ dalam contoh ini adalah folder yang berisi file-file wordpress Anda, Anda bisa saja menggunakan nama yang berbeda kan? Jangan menggunakan file-file WordPress lain atau baru diunduh karena tidak akan klop dengan databasenya.

Kalau memakai FileZilla, caranya lebih mudah tinggal copy/paste atau drag&drop. Kalau ukuran filenya cukup besar dan terdiri atas banyak file sebaiknya file-file itu dikompres dulu baru diupload dan dimekarkan di server. Cara itu dapat dipakai jika kita menggunakan File Manager cPanel.

Upload file-file WordPress selesai.

6.      Mengedit Database MySQL di Server Online

Inilah langkah terakhir yang paling penting. Kita harus mengedit database, yang dalam contoh tadi adalah database “username_namadb” supaya dapat terhubung dengan file-file WordPress kita. Kita hanya perlu mengubah URL, yang dalam contoh ini dari ‘http://localhost/wordpress’ menjadi ‘http://www.namawebsite.com/blog’. Jika langkah ini tidak dilakukan maka situs Anda tidak akan ditampilkan karena file-file WordPress dengan databasenya adalah ibarat dua sedjoli yang sudah tidak bisa dipisahkan. Langkah-langkah mengedit database :
Jalankan phpMyAdmin di Control Panel. Klik nama database Anda, dalam contoh ini “username_namadb”. Pilih dan klik pada wp_options. Pada tampilan yang muncul klik [Browse]. Pada tabel yang ada editlah 2 hal :

    1. Editlah entri “siteurl” pada kolom “option_name”. Klik edit atau gambar pena untuk mengedit. Gantilah ‘option_value’-nya dengan “http://www.namawebsite.com/blog”. Info : “www.namawebsite.com” adalah URL website Anda dan “blog” adalah folder tempat file-file WordPress berada.
    2. Editlah entri “Home” pada kolom yang sama. Jika Anda tidak menemukannya, klik tanda panah di bawah tabel. Cara mengeditnya sama dengan entri siteurl di atas.
Oleh: purwakartabloger | Februari 15, 2010

Goblog Purwakarta

go bolg purwakarta bukan berarti  dari kata goblog untuk purwakarta,,, melainkan undangan untuk para bloger purwakarta khususnya dan umumnya para bloger in the sky untuk bersilaturahmi n’ berbagi ilmu dan pengalaman demi kemajuan para bloger purwakarta

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.